Harta Surgawi
Ditulis oleh danangak di/pada 20 Mei 2009
HARTA SURGAWI
Bacaan Lukas 12:16-21
Untuk memulai renungan kali ini saya ingin bercerita tentang kisah Titanic. Sebuah kapal megah yang telah tenggelam. Konon ketika kapal Titanic berlayar untuk pertama dan terakhir kalinya,ada sebelas orang milyuner yang ikut bersamanya. Ada seorang penumpang yang mengaku meninggalkan 300 ribu dolar,perhiasan,dan surat-surat berharga dalam sebuah kotak di kabinnya. Menurutnya saat itu harta benar-benar tidak ada nilainya. Dia lebih memilih untuk membawa tiga buah jeruk daripada semua harta bendanya.
Harta atau nyawa? Ketika nyawa terancam manusia normak akan lebih memilih nyawanya daripada harta bendanya yang paling berharga sekalipun. Seperti yang tertulis di Matius 16:26,”Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” Juga terbukti dengan bamyaknya orang yag rela menghabiskan harta bendanya untuk berobat ke luar negeri,untuk mendapatkan perawatan terbaik berapa pun harganya supaya bias tetap hidup.
Ironisnya,saat kita mengira kematian masih terlalu jauh,kita justru nebgorbankan hidup demi menimbun harta benda. Bekerja sampai larut malam,meninggalkan keluarga berbulan-bulan,tidak menghiraukan kesehatan demi pekerjaan. Bahkan ada orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Setelah harta benda kita peroleh,akhirnya harus kita habiskan untuk mendapatkan kesehatan kembali. Atau kita merasa harta adalah segala-galanya dan merasa tidak berguna jika tak memiliknya. Padahal ketika kita meniggalkan dunia ini,tidak ada satu pun yang kita bawa. Persis seperti yang ingin disampaikan Alexander Agung ketika dia minta peti matinya dilubangi sehingga kedua tangannya bias dikeluarkan untuk menunjukkan kepada semua yang masih hidup bahwa dia wafat tanpa membawa satu pun kejayaan yang pernah diraihnya.
Seperti yang tertulis pada Matius 6:20 Tuhan berfirman,’Tetapi kumpulkan bagimu harta di sorga;di sorga ngengat dan karat tidak merusaknya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Firman Tuhan juga telah mengajarkan kepada kita bahwa harta bukanlah untu kdigenggam erat,melainkan untuk dibagi,untuk dipakai untuk menolong sesame,untuk dikumpulkan di sorga. Sudahkah kita mengumpulkan harta surgawi? Ataukah hanya harta dunia? Kumpulkanlah harta di surga!
Itu tadi renungan yang kupakai untuk ujian praktek agama di sekolah tadi. Tadi grogi banget. yah,setidaknya jadi pengalaman.





endro di kumamoto berkata
Cah Bagus Danang ….
Selamat ya … menjadi penerus SMA1
Sukses dan harus lebih dari pendahulunya
Salam buat Ibu dan Tya
Aku udah nemu mas Teguh ..
Mas Endro